Tampilkan postingan dengan label news flash. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news flash. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Agustus 2011

Thomas Alfa Edison Ternyata Orangnya Sangat Kejam

Semua pasti tahu keberhasilan Thomas Edison atas semua penemuan"nya, tapi mungkin setelah Anda membaca ini, anda akan tahu kalau sepintar dan sehebat apapun penemu seperti dia, ternyata punya sisi gelap juga.

Sebagai salah satu cara untuk membuktikan seberapa hebat penemuannya dan mencoba menyudahi kompetisi arus listrik yang sudah dijalaninya selama ini, Thomas Edison telah mengeksekusi banyak binatang dengan cara menyetrum mereka hingga mati, salah satu bukti yang sempat terdokumentasi pada saat dia mengeksekusi mati seekor gajah betina bernama Topsy. Edison merekam eksesusi ini didepan kerumunan orang dan merilisnya setelah beberapa saat kemudian.


Pada tahun 1903, Thomas Edison mempertontonkan eksekusi seekor gajah dalam rangka untuk mendemostrasikan betapa berbahayanya arus listrik bolak-balik (A/C). walau sebenarnya yg lebih banyak menunjukkan bahaya langsung adalah arus listrik searah ciptaan dari Edison sendiri. Edison menciptakan arus listrik searah sebagai standar distribusi arus listrik dan juga untuk sebagai sumber royalty yg besar untuk hak paten bagi dirinya, royalty yang mana tidak akan ia lepas begitu saja ketika George Westinghouse dan Nicola Tesla mulai mencoba memperkenalkan arus listrik bolak-balik.

Kampanye agresif Edison untuk menjatuhkan model arus listrik lainnya, menjadi sebuah bentuk pembantaian binatang dengan cara mengeksekusinya dengan arus listrik bolak-balik. anjing dan kucing liar menjadi yang paling banyak jadi bahan percobaan, walau kadang dia juga melakukan percobaannya dengan menggunakan beberapa hewan ternak seperti kuda.
Edison kemudian mendapatkan kesempatan besar saat kebun binatang Luna di Coney Island memutuskan untuk memberikan dia Top-sy seekor gajah betina yang sebelumnya telah melukai tiga pengasuhnya dalam tiga tahun (termasuk salah satu orang yg cukup bodoh melempar putung rokok yg masih menyala ke mulutnya). Kebun binatang ini sebenarnya mau mencoba untuk membunuhnya dengan cara eksekusi gantung, namun badan perlindungan hewan melarangnya karena dianggap tidak manusiawi. Jadi, seseorang menyarankan untuk menjadikan gajah ini bahan praktek yang telah digunakan oleh APS (American Penal System) sejak tahun 1890 untuk mengeksekusi terpidana mati, Edison pun dengan senang menerima tawaran tsb.

Saat hari itu tiba, Top-sy diikat erat dengan tambang perahu dari satu ujung ke ujung yg lain. Alas kaki kayu yang telah ditambahkan elektroda tembaga dipasang dimasing” kakinya, kabel tembaga pun telah terhubung dengan pembangkit listrik kecil milik Edison yang mana seorang teknisi sedang menunggu perintah untuk dilaksanakan. Untuk memastikan Top-sy tetap pada tempatnya dan tidak mengamuk, ia diberi makanan berupa wortel yang telah dicampuri sianida tepat beberapa saat sebelum beban listrik sebesar 6.600 volt menghantam dirinya. Pihak berwenang pun tidak khawatir karena Top-sy langsung tewas saat itu juga. Dan Edison setidaknya telah membuktikan pendapatnya. Sekitar 1500 orang menyaksikan eksekusi ini, yang mana direkam oleh Edison dan dirilis beberapa saat kemudian pada tahun yang sama dengan judul “Electrocuting an Elephant”.

Pada akhirnya pun, apa yang telah Edison tunjukkan sebagai usaha dirinya tidak lebih dari sekedar kumpulan hewan” yg telah mati, termasuk Top-sy. Arus listrik searah yang diciptakannya pun lambat laut ditinggalkan karena ternyata arus listrik bolak-balik (A/C) yang didemonstrasikan oleh Westinghouse dan Tesla lebih banyak menunjukkan kelebihan dan kegunaan daripada efek negatif yang dihasilkan.

Pada 20 Juli 2003, sebuah monumen untuk mengenang Topsy didirikan di Museum Coney Island. 

Lisa del Giocondo, Model Lukisan Mona Lisa Yang Sebenarnya


Lukisan Mona Lisa yang terkenal memang selalu menarik perhatian. Meskipun lukisan tersebut sudah dibuat berabad-abad yang lalu, namun orang masih saja ingin menggali lebih dalam mengenai potret lukisan yang menggambarkan senyum wanita tersebut. Anda juga penasaran kan siapa sebenarnya wanita yang tersenyum itu?

Para peneliti di Jerman akhir-akhir ini merasa yakin bahwa mereka mengetahui siapa model lukisan “Mona Lisa” yang sebenarnya. Lukisan Mona Lisa, merupakan lukisan karya pelukis Leonardo Da Vinci yang terkenal.

Yang diperkirakan menjadi model Lisa dalam lukisan tersebut adalah Lisa Gherardini, yang merupakan istri dari Francesco del Giocondo, yang berprofesi sebagai seorang saudagar kaya raya yang berasal dari Florence, Italia.

Akan tetapi para ahli sejarah seni berpendapat bahwa lukisan wanita tersenyum tersebut bisa saja merupakan lukisan dari kekasih Da Vinci, ibunda Da Vinci, atau bahkan dirinya sendiri.


Saat ini, para peneliti dari Heidelberg University library di Jerman meyakinkan bahwa tanggal yang tertulis di tengah buku yang bertuliskan October 1503 ditulis oleh pemiliknya menjelaskan bahwa sekali dan untuk selamanya Lisa del Giocondo merupakan model sebenarnya dari lukisan ternama karya Leonardo Da Vinci tersebut.
Seorang pakar berkata bahwa semua keraguan akan model sebenarnya dari lukisan Mona Lisa telah dihapuskan berdasarkan penemuan yang dilakukan oleh Dr.Armin Schlechter.
Tulisan yang diyakini tersebut diperkirakan ditulis oleh Agostino Vespucci, yang merupakan seorang pecinta seni, yang terdapat dalam kumpulan tulisan Cicero, yang merupakan seorang orator Roma.
Pendapat itu juga menggabungkan Leonardo Da Vinci dengan seorang seniman Yunani yang bernama Apelles, dan ia melukis 3 kali dalam sehari, dan salah satu lukisannya adalah potret Lisa del Giocondo.

Seorang pakar seni yang menghubungkan tanggal lukisan tersebut dengan saat ini, bahwa penemuan Heidelberg merupakan penerobosan baru dan memberikan arti yang baru mengenai hubungan istri saudagar Francesco del Giocondo dengan potret lukisan tersebut.

Pakar sejarah seni dari Leipzig University Frank Zoellner berkata dalam siaran radio di Jerman, bahwa tidak ada lagi yang diragukan mengenai perempuan dalam lukisan Leonardo Da Vinci tersebut. Dengan kata lain, ia yakin bahwa istri Francesco del Giocondo merupakan model sebenarnya dari lukisan Mona Lisa.

Menurut seorang sumber, Heidelberg sebenarnya telah meneliti hal ini sejak dua tahun yang lalu di perpustakaan oleh Schlechter. Meskipun penemuan tersebut telah dicetak dalam catalog perpustakaan umum, namun penemuan tersebut belum dipublikasikan dan mendapat sedikit peringatan sampai seorang penyiar asal Jerman akhirnya setuju untuk membuat rekaman di perpustakaan tersebut.

Lukisan tersebut, yang dipajang di Museum Louvre di Paris, juga dikenal dengan nama “La Gioconda”, yang berarti wanita yang gembira di Italia, dan nama tersebut juga diperkirakan merupakan nama keluarga dari perempuan tersebut setelah menikah dengan suaminya.